Kamis, 21 Maret 2013

untuk kamu


Inspiration people
Murti Sarining Laras (11103241019)

Ku lukiskan mimpi bak seorang bayi yang masih mempunyai angan-angan diusia menginjak 19 tahun ini. Masih termenung dalam diam. Ketika ku mulai beranjak dewasa. Dewasa mencari jati diri dalam membentuk kepribadian. Kapan ku mulai jatuh cinta pada penelitian ketika kau mengajakku dalam proses penelitian dimana ada agenda besar yang diikuti oleh mahasiswa secara serentak diseluruh Indonesia. Kini ku mulai menyadari kalau sekarang ku mulai kehilanganmu saat kau sudah menjadi milik orang lain. Entah kapan kamu tahu perasaanku tapi yang jelas ku inginkan kamu dapat yang terbaik akupun sama. Bersama kita bisa. Meraih prestasi. Meraih mimpi.
Entah mengapa aku selalu bertemu dengan orang-orang yang penuh inspirasi. Ketika jiwa membutuhkan orang yang mampu menunjang kemampuan diri. Orang-orang yang penuh dedikasi dalam berkarya ataupun semangat dalam berprestasi. Pertama terlihat dari ketika ku mulai menginjak suatu UKM yang memberikanku tempat berteduh yaitu ukm penelitian UNY. Tak pernah terfikirkan dalam fikiran kalau aku akan masuk menjadi keluarga besar ukm penelitian karena dari maba (mahasiswa baru) aku hanya menginginkan kegiatan yang melatih vokalku seperti SMA dulu yaitu paduan suara.
Ketika itu tak pernah terbayangkan jika hati ini juga terpaut pada seseorang yang ada didalamnya. Tapi semoga hanya rasa kagum. UKM Penelitian sendiri merupakan salah satu ukm di UNY yang berkiprah dalam bidang penalaran. Seleksi masuk agar menjadi anggota UKM Penelitian pun sangatlah rumit. Disamping kita membuat PKM, kita juga dituntut untuk benar-benar serius dalam mngerjakan ujian tulis mengenai penelitian. Dapat dibayangkan jika seorang maba (mahasiswa baru) yang tak tahu penelitian harus belajar secara othodidak mengenai apa itu variabel bebas ataupun variabel terikat. Sungguh tantangan yang luar biasa bagiku. Tapi bagiku  adanya kegiatan tersebut, diri yang bodoh ini mulai mengenal penelitian. Pada prinsipnya kita  kita tahu pembelajaran adalah proses dari tidak tahu menjadi tahu. Mungkin itulah yang harus dialami bagi jiwa ini yang masih terus bermimpi bahkan melukiskan mimpi dalam sejarah hidupku. Sejarah hidup yang tak pernah ku lupakan dari cinta dan sahabat ukm penelitian.
Awal mulanya memang tak begitu tertarik berbaur ilmiah. Tapi sekarang kini ku suka dengan hal yang berbaur ilmiah. Karena ingin rasanya mempersembahkan yang terbaik untuk indonesia lewat disiplin yang ku punyai. Berkontribusi untuk Indonesia.
Sampai saat ini aku mengenal sosok yang merupakan inspiration dalam hidupku. Dari mulai prestasinya. Ketika itu masih polosnya aku. Dan teringat dengan ucapannya sampai sekarang ini. Antara prestasi terdapat perbandingan kesempatan dan kesiapan pada diri kita. Dengan retorika bicaranya menyejukkan pandanganku menjadikan tak berkedipnya diri ini saat dia bergaya bicara. Sungguh hati ini tertaut padanya. Pandangannya yang menyejukan jiwa dengan kelembutan bicaranya. Kharismatik yang dia punyai membumbuhkan terpikatnya semua orang memandangnya.
Dia sosok yang masih membuat jiwa ini semangat belajar dalam berkarya. kedekatan kami hanya terlihat sebagai hubungan kakak adik yang saling menasehati dalam melejitkan mimpi.
***
Awan seakan menggambarkan perasaan hatiku saat ini. Begitu indahnya, begitu sejuknya suasana kampus. Ditemani rinai angin dari pepohonan yang lebat ku duduk di gazebo dengan mata ini tertuju pada layar laptop yang menjadi sahabat terbaikku. Sahabat yang selalu menemani sepanjang waktu dari mulai pemenuhan tugas-tugas kuliah ataupun sekedar membuat proposal kegiatan.
Jari-jari ini menari nari di gubangan laptop yang tak berhenti melukiskan suasana yang kualami sekarang. Kini hanya semangat yang membangkitkan jiwa dalam meraih prestasi. Ku membuka diri dalam membuka cakrawala lewat belajar dalam merengkuh prestasi lewat karya. Kata-kata  ku coba goresan dalam sebuah tulisan yang bermanfaat untuk dibaca. ku coba berkarya dengan semangat belajar. namun kadang kala ku mulai merasakan kegalauan dalam jiwa ketika memandang teman-teman yang sudah meambung tinggi dalam meraih prestasi namun ku yakin Tuhan menciptakan manusia tanpa tujuan. Dan aku harus berjuang.
****
Usaha yang ku lakukan tak ayal kadang kala mengalami kegagalan yang berurut-turut yang membuat jiwa ini mengalami keputusasaan berkepanjangan.
Saat itu ku hampir rapuh bak ditelan ombak ketika diri ini mengalami keputusasaan yang mendalam. Saat itu ku alami krisis percaya diri. Lingkungnku yang baru membuat diri ini lama dalam beradaptasi. Beradaptasi dengan lingkunganku sekarang yang membuat diri ini seakan bodoh didepan mereka. Namun seseorang telah menyadarkanku bagaimana kita memandang kehidupan ini. Aku merasa rendah diri saat yang lain telah jauh melangkah sedangkan disini ku masih statis bagai listrik bermuatan semi.
Bulan dan bintang seakan mengisyaratkan untuk aku harus berubah. Mereka  tersenyum padaku serambi menyemangatiku dengan sinarnya yang menghangatkanku. Ku berjalan menuju tempat singgahku dimana ku menuntut ilmu disini. Di Gejayan daerah yang padat akan mahasiswa. Dan tak mau kalah suara jangkrik menyahutinya yang menjadi saksi pertemuanku dengan seseorang di kejauhan sana. Tak kusangka pandangan pertama itu menyentuh hatiku. Tatkala aku berfikir aku tak mau mengulang sesuatu yang sama kayak dulu jatuh cinta. Jatuh cinta hal yang wajar bagi semua orang. Tapi semua berlangsung tiba-tiba. Hah temanku satu fakultas denganku. Meski dia sedang bersama dengan orang lain namun hati ini tetap pada pendirianku untuk tetap sayang dengannya karena dia seseorang yang telah mengajariku awal mengenal penelitian. Teringat dalam besitan khayalan ketika ku dekat dengannya dulu.
Lama ku berjalan akhirnya langkah kaki kecil ini berhenti disebuah warung makan penjual capcay dan ku mulai duduk meratapi nasib ini. Tersentak aku kaget dengan panggilan seseorang yang tak asing buatku untuk suara lembutnya.
Dia menghampiriku yang sedang duduk menundukan kepala mencoba melukiskan mimpi dalam hati.
“Ra, kamu kenapa .” tanyanya padaku
“ Oalah mb anom????” jawabku
“ lagi beli makan po mb?” tambahku
“ Iyah Ra, lho kok kamu kelihatan sedih tho ra? “ tanyanya
Aku pun langsung  menengadahkan pundak ini yang terkesan susah untuk ditegapkan serambi menjawab “ gag pa pa mb... Cuma lagi bingung aja sama diriku sendiri.”
            “ Bingung kenapa?” tanyanya lagi padaku
            “ Mb aku bingung entah kenapa aku selalu bertemu dengan orang-orang hebat namun diri ini tak pernah bisa menunjukan bahwa aku orang hebat. Rasanya aku mengalami krisis kepercayaan diri sekarang.” Ungkapku
            “ Haduh kamu kok pikirannya cethek banget tho ra...” tegasnya
            “ Maksudnya mb...?” tanyaku bingung  
“ Gag gitu Ra... kalau kamu punya pikiran gitu kamu gag akan bisa meraih mimpimu. Jangan gitu. Yang terpenting bukan karena siapa lawanmu tapi bagaimana kualitasmu dilihat orang. Kamu punya apa untuk dikontribusikan untuk orang lain. Itulah kamu. Ayoooolah bangkit tunjukan kalau kamu bisa dan tak usah merasa rendah diri. Ayooo ra bangkit “ Tegasnya
Aku terdiam termenung dalam lamunan ku berfikir dengan apa  diucapkan mb Anom. Mb Anom pun memberikan cerita-cerita yang membangun.
Kini semua keputusan ada di aku. Aku harus berubah atau mati dalam berkarya. Kini ku mulai menentukan masa depanku yang luar biasa. Bismillah ku ucapkan dalam hati. Berkarya demi masa depanku. Belajar tanpa batas. Dan disini ku mulai menentukan rencana-rencana yang harus ku lakukan.
Bismillah ku tetap harus bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang-orang yang membutuhkan. Disini  yang terpenting bukan siapa lawanmu tapi bagaimana kamu bisa dilihat karena kualitas diri kamu. Ucapan yang selalu terpatri dalam benak.
Sang raja siang segera beranjak dari peraduannya. Ku melihat sosok yang sangat ku kenali. “Kamu lebah” Terdiam ku dalam bisu ketika jantung ini berpapasan denganmu. Namun ku coba tersenyum mengepakkan sayap tanpa harus melihat perasaan ini lagi. Biar tuhan yang mengerti perasaanku ini.
Lukisan mimpi yang membuat aku dan kamu selalu yakin kita dapat memberikan yang terbaik untuk Indonesia.  Dan ku berharap keinginan untuk S2 diluar negeri dapat terwujud.
**** end

                                                                        MURTI SARINING LARAS
                                                                        (11103241019)

Kamis, 14 Maret 2013

sebuah coretan yang terlupa


KU RAIH MIMPI DENGAN CINTAMU.
Oleh. Murti Sarining Laras (11103241019)
                        larazmurty@yahoo.co.id
                        larazbeelovedyou@gmail.com

Senja kini berganti malam menutup hari yang lelap. Ku seakan baru menyadari kaulah yang paling berharga saat ini kawan. Tak pernah terfikirkan.  Kaulah sahabat yang kini sedang aku fikirkan. Kau sahabatku ketika ku sekolah di yogyakarta. Dan kini ku Sekolah di negeri yang terkenal dengan Boysband bahkan Girlbandnya. Negeri yang terkenal dengan Gingseng. Ku ingat sekali dengan kebaikanmu saat pertama diri ini, pertama kali menjajaki kaki di Yogyakarta dan tak tahu tentang bahkan untuk keliling yogya_pun dulu tak pernah terfikirkan olehku. Yang ada dalam benakkku dulu bagaimana aku bisa cepat lulus dengan predikat cumclude dan bagaimana saya cepat dapat pekerjaan yang halal. Dan sekarang aku bisa kuliah di Korea selatan. Sungguh nikmat Tuhan yang tak pernah terfikirkan olehku. Aku tak tahu kapan harus berterimakasih padamu. Sedangkan diri ini pernah mambuatmu kecewa dan angkuhnya diri ini sampai saat ini tak bisa mengatakan kata yang seharusnya diucapkan ketika salah. Kata MAAF rasanya ngilu sekali untuk diucapkan. Maaf beribu maaf tak pernah terucap. Bahkan untuk mengucapkan maafpun mulut ini seakan membisu. Mawarpun seakan layu ketika diri ini memberontak ingin mengucapkan maaf. Ada apa Tuhan?  Serendahkah diri ini dimataMU sehingga sampai menit ini detik ini ku bagai narapidana yang tersesat dalam geruji besi yang seakan tersembunyi dalam sumur gelap tak menemukan jalan bahkan terfikirkan untuk pergi dari dari tempat nista itu.
Ku ingat ketika pertama kali datang di Yogyakarta kaulah teman yang pertama kali ku kenal. Perkenalan yang awal untuk dirajut ketika itu pertama kali verifikasi nilai untuk mencocokan database dari nilai raport dan raport asli. Aku memang merupakan mahasiswa yang menjadi anak pemerintah kenapa menjadi anak pemerintah karena pada dasarnya kuliah hanya sekedar  kuliah saja tak pernah terfikirkan bagaimana memperoleh uang untuk membayar biaya semester. Bahkan biaya hiduppun sudah terurus. Mahasiswa Bidik Misi itulah sebutan yang telah disandangku. Ku memang sudah mulai semangat untuk belajar dari ketika itu Ibuku melepasku untuk meraih mimpi. Ku coba melangkahkan kaki ke Yogyakarta. Kota yang merupakan kota pelajar kota pendidikian. Meski 3 hari 2 malam  jarak yang ditempuh untuk menapaki bahkan singgah di kota budaya itu tapi semangat belajar untuk meraih mimpi tak pernah padam. Ku pergi dari kota kelahiranku yang terkenal dengan dengan empek-empeknya. Selamat  tinggal kotaku. Kuakan pulang untuk membangunmu pulang. Dan pantang pulang sebelum lulus dengan predikat cumclude.
Meraih mimpi yang tak ada fikiran untuk merajut nilai kasih dengan seorang laki-laki. Tak pernah terfikirkan atau bahkan terselip dalam jiwa ku jatuh cinta pada lelaki. Kini kumulai menyadari arti cinta ketika diri ini merasa kehilangannya. Tapi mengapa kau pergi sahabatku. Maaf  karena selama ini diri ini acuh atau bahkan angkuh dengan rasa yang hadir ini. Karena memang begitulah karakterku. Karakter yang memang kaku akan percintaan. Dari kecil dididik dengan ilmu agama bahkan shalat jama’ah dan puasa senin kamispun menjadi menu yang tak pernah diabaikan dalam sajian kehidupan. Keluargaku sangat menjungjung tinggi dengan nilai-nilai agama yang tak kenal dengan istilah PACARAN. Agama yang menjunjung tinggi dengan menjaga kehormatan. Ingat dengan pesan ayah dan Ibu nan jauh disana. Pesan yang sampai saat ini juga tak pernah dilupakan tentang Agama.
Dengan perkenalan kaku ku mengenalmu. Kau yang pertama kalinya ku jabat di Yogyakarta dan kau juga yang terakhir kali ku jabat di Yogyakarta dengan penuh kekecewaan dan penuh penyesalan. Kau tak pernah jujur dengan pembelaan yang tak pernah tiada habisnya saat kau membelaku didepan teman-temanku yang tak menyukaiku. Bahkan kau selalu membelaku karena kau memahami perbedaan diantara kita. Kau yang dikenal dengan gaya dalam menjaga tradisi sedangkan diri ini dikenal dengan seorang yang berwatak keras. Rasanya ku ingin berlari untuk memeluk dan mengucapkan terima kasih atas semua yang telah kau lakukan duhai sahabatku.
Semilir angin pantai ......... korea selatan ini seakan berucap agar ku menemuimu malam ini. Ku berjalan menyusuri pantai dengan kaki telanjang tanpa alas dengan berbisik. Lebah, tolong maafkan aku. Aku terlalu egois untuk memendam rasa ini. Lebah adalah panggilan ku untuknya. Sedangkan Quin adalah panggilanku darinya. Tak tahu apa yang difikirkan ketika pertama kali dia fikirkan untuk menyematkan panggilan yang seakan berkelas brahmana dalam kasta.  
Senyum dan senyum, tangis dan tangis tak pernah berhenti ku semaikan malam ini kepada ombak-ombak yang menatapku. Ombak sampaikan salam rinduku dan salam maafku untuknya malam ini detik ini. Lebah aku merindukanmu saat ini detik ini. Semoga kau baik-baik saja disana. Dimanapun kau berada Lebah Don’t Love me. Aku tak pantas kau cintai. Kau terlalu baik untukku. Kau pantas mendapatkan yang terbaik bahkan yang lebih dari aku. Terima kasih kau telah hadir dalam hidupku. Ku yakin kau bisa dapat yang terbaik. Aku orang yang penuh percaya diri ketika ku berada di ribuan penonton yang menatapku secara tajam bahkan rasanya tak mengapa kalau aku harus beribu-ribu jam di atas podium untuk membawakan suatu acara tapi sulit rasanya ku harus jujur bahkan lantang penuh percaya diri bak seorang pujangga yang selalu merayu untuk mengungkapkan isi hatinya. Aku tak mampu aku tak bisa.
Ku ingat sekali bagaimana ku harus menjaga setiap perbedaan yang ada. Perbedaan diantara kita memang secara langsung telah menjadi sejarah kehidupan yang anak kecilpun tahu kita berbeda. Berbeda tuhan atau bahkan cara beribadah. Namun rasa tinggallah menjadi rasa. Rasa yang tak mungkin ditolak atau bahkan di buang jauh-jauh. Rasa yang telah menjadi bumbu kehidupan. Penyedap rasa kehidupan itulah istilahnya. Perbedaan yang sangat riskan untuk terjadi perbedaan bahkan konflik tapi kau tak pernah menganggapnya atau mengadakan secara tertulis ataupun tersirat. Ku melangkah meraih mimpi karenamu sahabat. Karenamu selalu mendukungku atau bahkan kau selalu ada disaat aku butuh sahabat ketika ku merasa jatuh dan kurang percaya diri. Perbedaan diantara kita tak menjadi penghambat untuk kita saling mendukung atau bahkan menyemangati. Kau sangat menghargai perbedaan yang ada. Baik pemahaman ataupun sekedar keputusan.
Lebah semoga kau baik-baik saja disana atau bahkan selalu sehat. Ku ingin mngucapkan maaf karena diri ini tak bisa menjadikanmu sebagai suami. Bukan rasa yang tertolak tapi kita memang  berbeda. Dan maaf yang terucap karena kekecewaanku padamu karena kamu mengplagiat tulisanku tapi itu sebenarnya tak apa karena kau memang terlahir menjdi sahabatku. Apapun itu aku rela. Dariku sahabatmu Quin.
 Surat ini ku masukan kedalam botol dan kemudian ku lemparkan dengan mengusap air mata yang ,membasahi pipiku ini. Dengan semangat baru jiwa baru ke tetap melangkah kedepan. Seperti apapun arang yang merintang ku coba lakukan dengan yang terbaik. Yang terpenting bukan siapa lawanmu tapi bagaimana kamu bisa dilihat karena kualitas diri kamu. Ucapkan yang selalu terpatri dalam benak ketika ku dan kamu selalu berusaha mnyemangati karena kita team squad.